Sidebar Ads

LightBlog

Breaking

Selasa, 04 September 2018

September 04, 2018

CARA TERBAIK BERKUNJUNG KE OBYEK WISATA TAMAN TIRTA GANGGA

 
          Cara terbaik untuk berkunjung ke tempat wisata Tirta Gangga, bisa dengan menggunakan kendaraan bermotor dengan menyetir sendiri ataupun menyewa mobil di Bali baik itu setir sendiri maupun dengan supir, lebih direkomendasikan jika anda sewa mobil dengan supir, karena ada alasan kenapa kami menyarankan anda dengan menggunakan jasa sewa mobil+supir :
  • Dengan adanya supir yang mengantar, anda tidak akan tersesat dan tidak membuang waktu di jalan.
  • Karena jarak tempuh yang jauh dari tempat wisata Bali selatan, maka anda dapat beristirahat di dalam mobil.
  • Biaya transfortasi menjadi lebih murah, karena biaya sewa mobil dengan supir di Bali dihitung per 12 Jam dalam 1 hari.
         Taman Tirta Gangga ini buka pada pukul 06.00-18.00. Fasilitasnya juga ada area parkir, kamar mandi, tempat makan, tempat isrtirahat, penginapan, kolam renang.  Tiket masuknya dibedakan menjadi dua yaitu anak-anak dan dewasa. Jika anak-anak dikenai biaya masuk 5 ribu rupiah dan jika dewasa dikenai biaya 10 ribu rupiah. Jika anda ingin berenang, akan dikenakan biaya tambahan sebesr 6 ribu rupiah.


 Tips : Jika ingin berencana bereang di kolam Tirta Gangga, bawalah handuk dan pakaian ganti.

       
September 04, 2018

INFORMASI UMUM KAWASAN TAMAN TIRTA GANGGA

       
                Tirta gangga berada di tengah areal persawahan dan air yang ada di taman ini berasal dari mata air Rejasa.Mata Air Rejasa memiliki jumlah air yang sangat besar, jernih san menyejukan. Sepertiga dari pasokan mata air rejasa dikirim ke rumah penduduk di Kota Amlapura dan dua pertiganya digunakan untuk mengisi kolam dan keluaran dari air kolam langsung dipergunakan untuk pertanian. Taman ini masih milik kerajaan Karangasem.

                Terdapat tiga tingkatan bangunan di taman Tirtagangga Bali. Di bangunan tertinggi terdapat mata air yang berada di bawah pohon beringin. Bangunan level kedua, terdapat kolam renang dan bangunan yang paling bawah terdapat kolam hias dengan air mancur. Wisatawan akan melihat hamparan kolam air dan terdapat 1 buah candi yang menjulang tinggi di bagian kanan. Di dalam kolam air tersebut, wisatawan dapat melihat ikan hias dan dasar dari kolam tersebut.

        Tidak jauh dari kolam Tirta Gangga, terdapat sebuah taman kecil dimana di tempat tersebut ada sebuah menara air setinggi 10 meter. Menara ini berbentuk seperti atap di pura pura, bentuknya berlapis lapis yang disebut juga sebagai meru tumpang sebelas/atap bertumpuk sebelas. Menara ini menyerupai kuncup bunga teratai dengan ketinggian 10 meter dan dari puncak menara keluar air yang mengalir dan berjatuh melewati 11 susunan tumpang ini. Hal ini menjadikan menara ini tampak indah apalagi jika disini cahaya matahari yang membuat airnya menjadi berkilauan.

      

September 04, 2018

OBYEK WISATA TAMAN AIR TIRTA GANGGA

 
            Kondisi di kawasan wisata Tirta Gangga sangatlah sejuk, hal ini disebabkan karena letaknya yang berada tepat di bawah kaki Gunung Agung, sebuah gunung tertinggi di Bali. Kesejukan dan keasriannya inilah yang membuat wisatawan yang berkunjung merasa nyaman dan betah. Suasana di Tirta Gangga sangatlah pas untuk melepas lelah, baik lelah fisik maupun lelah pikiran yang diakibatkan aktivitas sehari hari yang melelahkan.

            Wisata ini tidak hanya dipenuhi oleh masyarakat Bali saja, akan tetapi wisatawan yang berasal dari luar daerah, bahkan tidak sedikit wisatawan asing yang ikut dalam meramaikan tempat ini. Dari pertama kali memasuki pintu gerbang utama, wisatawan akan disambut oleh beberapa patung yang seolah olah berbaris layaknya prajurit. Wisatawan dapat berjalan jalan di atas kolam melalui jalan setapak yang terbuat dari batu batu yang disusun berderet menyerupai jembatan. Batu batu yang disusun ini berbentuk segi enam. Selain dapat berjalan mengitari kolam, wisatawan juga dapat berfoto foto baik selfie maupun preweding. Bagian kolam ini memang paling pas untuk berfoto, karena selain view kolam yang natural, patung patung yang ada di dalam kolam juga akan mempercantik background foto dan nampak lebih memiliki berkarakter.
                           
          Air di Kolam Tirta Gangga berasal dari dalam tanah, bukan air isi ulang seperti pada kolam renang pada umumnya. Menurut penduduk setempat, air ini adalah air suci yang biasa mereka gunakan ketika melakukan upacara adat. Selain Kolam renang yang berisikan patung patung, wisata Tirta Gangga juga memiliki kolam renang yang memperbolehkan wisatawan untuk berenang disana. Kolam yang dapat digunakan untuk berenang adalah Kolam Air Sanih. Air di kolam Sanih sangat lah jernih, karena juga berasal dari sumber langsung. Area renang untuk anak anak dan orang dewasa sengaja dibedakan, karena kedalaman dari kolam renang ini berbeda beda.
September 04, 2018

SEJARAH TIRTA GANGGA




       Tirta Gangga berasal dari 2 suku kata yaitu Tirta yang berarti air suci dan Gangga yang artinya nama sungai di India. Nama ini juga digunakan untuk merujuk pada wilayah yang meliputi istana air beserta daerah pedesaan yang subur dan sekitarnya. Taman air Tirta Gangga Karangasem, dibangun pada tahun 1946 oleh raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung yang lokasinya terletak di Jalan Abang - Amlapura, Ababi, Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. sekitar 5 kilometer sebelah utara dari pusat Kota Amlapura.

        Tirta Gangga ini dahulunya tempat persinggahan seorang Raja Karangasem. Tirta Gangga ini dominasi oleh 3 bangunan utama yang menjadi karakternya, yaitu Kolam, Patung, dan Kebun. Kesemua bangunan tersebut memiliki makna yang tersirat dan taman ini tidak kehilangan karakter khasnya sebagai bangunan tua peninggalan masa Kerajaan. Taman yang memiliki luas 1,2 hektar ini dibangun memanjang dari barat ke timur di area persawahan.

         Dibangun dalam bentuk istana air dengan menggabungkan arsitektur khas Bali dan China. Namun pada tahun 1963 karena letusun Gunung Agung, kawasan istana air Tirta Gangga ini hampir hancur keseluruhan. Kemudian pemerintah setempat mengambil inisiatif untuk membangun kembali kawasan ini sebagai kawasan wisata, apalagi tempat ini lengkap dengan pemandangan sawah teraseringnya.